Duka mendalam masih menyelimuti keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban pembunuhan dalam aksi begal. Sang istri mengenang suaminya sebagai sosok penyayang keluarga, pekerja keras, dan tidak pernah menunjukkan sikap kasar kepada orang-orang di sekitarnya.
Menurut penuturan sang istri, korban setiap hari bekerja sebagai pengemudi ojol untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Meski harus menghabiskan waktu di jalan, ia selalu menyempatkan diri berkumpul bersama istri dan anak-anak saat pulang ke rumah. Korban juga dikenal sebagai pribadi yang sabar dan jarang marah, sehingga kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga maupun kerabat.
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban sedang menjalankan pekerjaannya. Berdasarkan informasi kepolisian, korban diduga menjadi sasaran pelaku begal yang berusaha merampas kendaraan miliknya. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia. Aparat kepolisian kini masih memburu pelaku serta mendalami motif di balik aksi kejahatan tersebut.
Keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga meminta keadilan atas meninggalnya korban yang selama hidup dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan bagi para pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja di jalan demi mencari nafkah.