Belum Semua SMK di Sumsel Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

| |

Kop
Arto

****

beritasebelas.id,Palembang – Pihak Dinas Pendidikan Sumsel menyebut belum semua SMK di Sumsel telah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Seharusnya, penerapan kurikulum ini harus segera dilakukan.

Mondyaboni, Kabid SMK Disdik Sumsel – Foto Arto beritasebelas.id

Menurut Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni bahwa total ada 314 SMK di Sumsel. Terdiri dari 114 SMK negeri dan siswanya SMK swasta. Dari jumlah 314 SMK sudah 50 SMK menerapkan mandiri belajar, 31 sekolah mandiri berubah, dan 6 sekolah menerapkan mandiri berbagi sisanya belum terdata.

“Dari ketiga kurikulum medeka tersebut setiap sekolah berbeda beda memilih persentase, sekarang ini data yang kami terima belum fit jadi belum tau totalnya,” tuturnya, Senin 8 Agustus 2022.

Saat disinggung masalah mengenai kendala penerapan kurikulum merdeka, Mondy menjawab namanya hal baru tentunya paling ribet untuk memperkenalkan kurikulum ini masalah mensosialisasikan kepada guru.

Tetapi, sambung Mondy sekarang lebih mudah karena sosialisasi dapat dilakukan secara daring, tetapi dapat menyentuh langsung biasanya di kabupaten kota biasanya setiap wakil bidang kurikulum dalam satuan pendidikan dikumpulkan untuk mendapatkan sosialisasi dengan cara mengundang dari pusat dan juga nara sumber dari kurikulum SMK Dinas Pendidikan untuk mensosialisasikan kurikulum merdeka.

Menurut Mondy, kurikulum merdeka ini sangat baik bagi para pelajar khusus SMK apalagi ada mata pelajaran pilihan sebab selama ini untuk mata pelajaran pilihan itu hanya untuk ekstrakurikuler, dan nilainya berupa baik, cukup, tetapi di kurikulum merdeka mata pelajaran pilihan masuk pada mata pelajaran dalam penilaian di raport siswa.

“Tiap sekolah berbeda-beda untuk mata pelajaran pikihan itu disesuaikan, kalau SMK sesuai dengan potensi yang ada disekitar sekolah,”jelas Mondy.

Untuk kurikulum merdeka kata Mondy siswa bebas memilih mata pelajaran yang diinginkan yang sudah ditetapkan sekolah.

“Untuk mata pelajaran pilihan kalau di SMK sudah ada di antaranya kelas industri, kelas industri ini yakni kelas khusus,” paparnya.

Mondy menambahkan, kalau kelas industri tersebut karena SMK ini sudah penyelarasan kurikulum, maka bener bener pembelajarannya itu disesuaikan apa yang dibutuhkan industri.

print
Sebelumnya

Torehkan Emas di Bali, Debi Targetkan Perkuat Indonesia di Kejuaraan Internasional

Manajemen Hotel 101 Bantah Ganggu Akses Jalan Warga

Berikut