Enam Atlet Anggar Andalan Sumsel Masih di Jatim

| |

Poto dokumen pertandingan anggar

Berita Sebelas.Com, Palembang

Ke pindahan atlet anggar Sumsel ke Jatim pada akhir 2014, masih terus berpolemik, walaupun permaslahan ini telah selesai di tingkat pengadilan Arbitase Olahraga Indonesia. BAORI (Badan Arbitase Olahraga Indonesia) yang merupakan lembaga pemutus masalah sengketa olahraga Indonesia telah memutuskan Sumatera Selatan pemilik sah para zoro dalam putusan akhir sengketa tersebut.

Sengketa atlet anggar antara Sumsel dan Jatim terjadi saat 11 anggar Sumsel eksodus ke kota Pahlawan Surabaya, namun proses kepindahan mereka tidak sesuai prosedur yang berlaku, karena tanpa seizin dari KONI Sumsel, sehingga KONI Sumsel mengajukan gugatan ke KONI Jatim ke BAORI. Hasilnya BAORI memutuskan seluruh atlet harus kembali ke Palembang.

Tapi sampai sekarang ini dari sebelas atlet yang eksodus, baru lima atlet yang kembali ke Palembang, mereka adalah Joneskha, Riky Dhisulima, Tauhid Ramadhan, Ririn Safitri, dan Eka Febrianti. Sedangkan enam atlet lagi yakni Hendri Eko Budianto, Hendrawan Susanto, Reni Anggaraini, Novi Susanti, Jeaned Alfrida, dan Lestari, masih bertahan di Kota Pahlawan.

Tiga atlet yang masih bertahan Hendrawan, Hendri Eko Budianto dan Novi Susanti merupakan peraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 Riau, begitu  juga dengan Reni Anggraeni yang pernah menyumbangkan medali emas SEA Games ke 26 2011 Palembang.

Wakil Sekretaris Umum KONI Sumsel, Sofwan Hariadi saat terima kunjungan delegasi KONI Jatim di KONI Sumsel, Kamis (13/8). mengatakan enam atlet anggar yang masih di Jatim ini andalan utama Sumsel. Kami tidak banyak atlet berprestasi, jadi memang kami harapkan betul, semua atlet bisa kembali. Apalagi mereka adalah putra daerah semua, jadi merupakan kebanggaan betul. Sedangkan Jatim sudah banyak atlet dan masih berpeluang menjadi juara umum.

Hal yang sama ditegaskan Wakil Ketua III KONI Sumsel Dhenia Zainal yang menyatakan bahwa dalam prosedur konstitusi maka harus kembali ke keputusan BAORI. “Intinya kita masih beroriantasi pada keputusan BAORI, pertimbangan kami psikologi atlet. Kami masih berharap akan ada pilihannya, tapi jika kita harus bertarung lagi ke ranah hukum apa boleh buat,” ujar Dhennie Zainal wakil ketua III KONI Sumsel juga didampingi Wakil Ketua I Ade Karyana, kuasa hukum KONI Sumsel Bambang Harianto, dan pengurus KONI Sumsel lain.

Dhennie berharap atlet tidak jadi korban. “Makanya kami minta keikhlasan Jatim karena tanpa enam atlet anggar Sumsel, Jatim sudah bisa juara umum. Karena bukan hanya 11 atlet anggar, sebelumnya kita juga ikuti sidang sengketa atlet biliar Herowanto yang pindah ke Jabar tanpa prosedur dan akhirnya kami menangkan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut KONI Jatim mengutus Wakil Bidang Hukum Amir Burhanudin  serta, Anggota Bidang Hukum Robby Wijanarko. “KONI Jatim mohon maaf, kami juga awalnya tidak tahu proses itu bagaimana, dalam perjalannya kami baru ketahui pada Kejurnas di Samarinda kalau enam atlet ini masih bermasalah,” kata Amir.

Amir tidak mempermasalahkan jika memang enam atlet Sumsel akan kembali ke Palembang, namun masih jadi kendala keenamnya ingin bertahan di Surabaya. “Karena itu yang akan kami perjuangkan, sampai sekarang mereka masih belum mau ke Palembang. Kami tidak mau mereka jadi korban, apalagi mereka adalah atlet terbaik di Indonesia,” terang dia.

Manurut Amir, KONI Jatim tidak akan mempermasalahkan atlet. ”Namun KONI Jatim tetap akan memproses secara hukum siapa oknum yang bermain, karena kami sudah habis banyak biaya, dalam proses transfer ini,” ujarnya. (sin)

print
Sebelumnya

Mantan Pejabat Prabumulih Ditahan

Merah Putih 3.000 Meter Akan Hiasi BKB

Berikut