Gubernur Sumsel Optimis Lewat Program Beli Kreatif Ekonomi Dapat Tumbuh

| |

Kop
Uci

****

beritasebelas.id, Palembang – Sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi di Sumatera Selatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel meluncurkan program Beli Kreatif.

Gubernur Sumsel bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berdialog pada kegiatan UMKM – foto Uci beritasebelas.id

Kegiatan ini diluncurkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Parekraf RI), Dr Sandiaga Salahuddin Uno, dan Wakil Menteri Parekraf RI, Angela Herliani Tanoesoedibjo, bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Rabu (14/9) kemarin.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai bidang seperti kuliner, kriya, dan fashion yang sebelumnya telah melalui proses kurasi dengan berbagai kriteria penilaian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi ini tentunya memberi ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif di Sumsel guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jumlah UMKM Sumsel kita sendiri mencapai sekitar 650 ribu dan menyerap 93 persen dari total tenaga kerja, sehingga menyimpan potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan,” kata Erwin.

Dia mengungkapkan, bahwa Sumatera Selatan juga memiliki ciri khas dan budaya yang menjadi akar bagi tumbuhnya ekonomi kreatif seperti potensi pariwisata.

“Beragam wastra songket dan angkinan, hingga kuliner pempek yang terkenal sampai beberapa negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa, potensi pasar ekonomi kreatif juga bisa dilihat dari sisi pangan.

Hal ini sejalan dengan tantangan mengendalikan harga pangan, yang menjadi salah satu langkah dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Menurutnya, bahwa peluang untuk pengembangan industri pangan kreatif tersebut dapat dilihat dari 3 hal yakni dari tingginya konsumsi Rumah Tangga (RT) untuk makanan atau minuman yang mencapai 57 persen.

Besarnya kontribusi industri makanan minuman terhadap industri pengolahan yang menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera Selatan mencapai 50 persen.

“Dan saat ini terdapat 21,4 persen pelaku ekonomi kreatif Sumsel yang bergerak dibidang pangan (kuliner) dan terbesar dibanding subsektor lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pemulihan ekonomi di Sumatera Selatan.

Selain melalui Beli Kreatif, Kemenparekraf juga memiliki Politeknik Pariwisata Palembang yang akan menghasilkan SDM unggul berbasis pariwisata masyarakat.

“200 pelaku yang mengikuti Beli Kreatif Sumatera Selatan 2022 ini akan diberikan pelatihan bagaimana cara menaikan omzet dan November akan diukur melalui kegiatan harvesting. Saya targetkan ada kenaikan omzet 20-35 persen,” ungkapnya.

Menpar juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah dan Bank Indonesia Sumatera Selatan dalam mendukung ketahanan pangan melalui implementasi GNPIP, salah satunya dengan memberikan bantuan benih cabai merah kepada seluruh peserta Beli Kreatif Sumatera Selatan dan undangan yang hadir.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengungkapkan bahwa pelaku ekonomi kreatif termasuk para petani menjadi garda terdepan dalam pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.

Untuk itu dia berharap adanya Beli Kreatif akan menambah semangat para pelaku ekonomi kreatif agar lebih kreatif, inovatif, dan produktif.

“Kami berharap Pak Menteri mendukung kami (Sumatera Selatan) dalam 3 hal yaitu meningkatkan keterampilan, wawasan, dan kreativitas para pelaku ekonomi kreatif, kedua permodalan, dan terakhir pemasaran salah satunya melalui e-commerce milik Kemenparkraf,” harapnya. (*)

print
Sebelumnya

Aspal Tidak Rata, Warga 7 Ulu Minta Pemerintah Jangan Asal-Asalan Perbaiki Jalan

Delapan Atlet Wushu Sumsel Ikuti Tiga Kejuaraan di Surabaya

Berikut