Harga Komoditas Cabai Turun, Pedagang : Panen Berlimpah

| |

Kop
Umnah

****

beritasebelas.id, Palembang – Komoditas cabai di Pasar Tradisional Perumnas Sako pada Senin, (24/10/22) mengalami penurunan yaitu cabai merah kriting Rp 30 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang yang menjual komoditi pertanian di Pasar Tradisional Perumnas Sako – foto Umnah beritasebelas.id

Salah satu pedagang di pasar tersebut bernama Saprial, dirinya menyebutkan bahwa harga beberapa komoditas cabai mengalami penurunan hingga hari ini.

“Cabai sudah mulai turun, cabai merah kriting Rp 30 ribu per kilo, cabai burung Rp 28 ribu per kilo, cabai rawit Rp 30 per kilogram,” sebut Saprial.

Penurunan harga cabai dikatakan Saprial sudah terjadi sejak satu pekan dan daya beli masyarakat hingga saat ini masih stabil.

“Daya beli masyarakat ya segitu-gitu aja, biasanya kalau harganya turun karena panennya yang berlimpah tapi mau harganya naik mau turun kebutuhan masyarakat tetap sama,” lanjutnya.

Selain komoditas cabai, bawang merah (bamer) dan bawang putih (baput) dikatakan Saprial juga mengalami penurunan.

“Kalau bawang merah Rp30 per kilogram dan bawang putih Rp28 per kilogram ini harga bawang stabil sudah beberapa hari,” katanya.

Sementara komoditas harga cabai mengalami penurunan drastis, harga sayuran seperti tomat dan buncis mengalami naik turun.

“Tomat dan buncis yang naik turun, kalau buncis harganya hari ini Rp16 ribu per kilogram dan tomat Rp12 ribu per kilogram. Harganya naik turun tergantung dari pasar Induk, kalau barangnya sedikit sudah pasti harganya naik,” kata salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Perumnas Sako Palembang, Rumadi.

Disamping harga tersebut, saat ini terpantau harga komoditas beras masih menjadi salah satu bahan pokok yang mengalami kenaikan.

“Beras merk Raja per 20 kilogram harganya Rp235 ribu dan merk Topi Koki Rp218 ribu per 20 kilogram jadi kalau di per kilogram Rp11.750 untuk beras merk Raja dan Rp10.900 per kilogram untuk Topi Koki,” tutupnya.

print
Sebelumnya

Lewat Pameran Batik Ulu, Harapkan Budaya Aksara Ulu di Sumsel Bisa Dikenal

Pemkot Palembang Gandeng BNN Lakukan Tes Urine Pegawai Diskominfo

Berikut