—
Yudi
beritasebelas.com,Palembang – Seleksi Penerimaan bersama masuk perguruan tinggi negeri tahun 2018 kembali dibuka bagi siswa-siswi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi negeri.
Ketua Panitia SNMPTN dan SBMPTN Universitas Sriwijaya Zainudin Nawawi, dalam siaran persnya menjelaskan, aturan dalam penerimaan Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.
Dikatakannya, seleksi penerimaan mahasiswa baru ini sudah di launching oleh Kemenristek pada 13 Januari lalu.
“Kepsek dapat mendaftarkan siswa siswi ke Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS), setelah barulah akan mendapatkan pasword. Kepala sekolah agar mengimbau kepada siswa yang telah melakukan pendaftaran untuk melakukan verifikasi kembali setelah melakukan pengisian PDSS,” terangnya.
Disinggung berapa kuota yang akan diterima Universitas Sriwijaya pada SNMPTN dan SBMPTN.
“Unsri mendapatkan 30 persen dari kuota nasional 70 ribu,” sebutnya
Ditempat yang sama Humas SNMPTN Prof Zulkifli Dahlan, mengatakan, masa pengisian PDSS memiliki syarat seperti sekolah harus memiliki NPSN, siswa harus memiliki NIAN.
“Pengisian dan verifikasi PDSS dimulai 13 Januari sampai 10 Februari, pendaftaran SNMPTN 21 februari sampai 6 Maret bisa di akses melalui http:/www.snmptn. Ac. Id. Pengumuman hasil seleksi sendiri pada 17 April, pada 18 Mei jadwal mengikuti ujian tertulis, “terang Prof Zulkifli Dahlan
Untuk jumlah pilihan PTN dan prodi, bagi pendaftar sambung Prof Zulkifli, pendaftar dapat memilih dua PTN dengan memilih tiga program studi. Siswa juga harus menentukan Pilihan PTN dan program studi prioritas.
“Artinya siswa ketika mendaftar harus memiliki prioritas mana prodi yang diinginkan,”terangnya.
Ia menambahkan, persyaratan siswa pendaftar memiliki prestasi unggul dengan persyaratan sebagai berikut.
Sekolah Akreditasi A, 5. Persen terbaik disekolah nya. Untuk akreditasi B 30 persen, Akreditasi C 10 persen sedangkan yang belum terakreditasi hanya 5 persen.