
****
beritasebelas.id, Palembang – Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda bersama dinas terkait melakukan peninjauan lokasi banjir di Jalan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang pada, Rabu (5/4).

Ia mengatakan, hal itu dilakukan karena daerah tersebut menjadi langganan banjir ketika turun hujan.
“Tadi sudah meninjau beberapa lokasi, sebenarnya laporan ini masuk pada kami pada saat semalam,” katanya.
Ia menyampaikan, jika pihak Pemerintah Kota dan Dinas terkait menemukan bangunan yang memang menutupi saluran air.
“Kita sudah sampaikan bersama-sama dengan warga dihadiri ketua RT ketua RW ada beberapa bangunan yang memang menutupi saluran, jadi kita mohon kepada mereka melalui camat dan lurah untuk melakukan pendekatan supaya bangunan-bangunan ini segera bisa kita bongkar agar nanti kedepannya bangunan tersebut tidak lagi menyumbat saluran,” imbuhnya.
Selain itu, warga sekitar juga mengeluhkan lampu penerangan jalan mati yang mengakibatkan gelap saat malam hari.
“Kebetulan kami mengunjungi wilayah ini pada posisi ada sebagian besar wilayah Alang-Alang Lebar ini kan mati lampu, jadi semalam kita sudah meninjau dan berbincang-bincang ternyata bukan hanya banjir tetapi mengenai lampu juga,” ucapnya.
Ia berharap, agar masyarakat dapat diajak kerjasama dan pengerjaannya nanti berjalan baik.
“Insyaallah dengan kerja sama yang baik dan kesadaran masyarakat semua proses akan kita jalani termasuk normalisasi saluran yang ada disini, mudah-mudahan pengerjaannya juga dalam waktu dekat, mudah-mudahan malam ini sehingga lampu hidup kembali kawasan ini bebas banjir,” harapnya.
Sementara itu, Camat Alang-Alang Lebar, Sariyansyah Ismail menuturkan jika penyebab terjadinya banjir di kawasan tersebut karena banyaknya hunian yang berdiri di atas rawa-rawa.
“Sebenernya ini memang aliran rawa di belakang puntikayu karena masalah huniannya semakin lama semakin padat, jadi aliran sungai pun tidak terawat,” tuturnya.
Lebih lanjut kata Sariyansyah, penyebab yang paling parah adalah pada saat pembangunan LRT.
“Karena banyak sedimen pasir sampai ke belakang sungai seluang tembus sampe kelurahan Srijaya,” lanjutnya.
Ia menyebutkan, jika ada sekitar 5 bangunan yang akan dibongkar agar bisa memperbaiki saluran.
“Ya nanti kita bujuk melalui pak RT, kiranya bisa merelakan mengikhlaskan bawahnya itu kita buat normalisasi lagi saluran dan bak kontrol supaya bisa dijaga terus kebersihan salurannya,” sebutnya.
Ia menambahkan, jika di tahun 2019 kawasan tersebut pernah dilakukan normalisasi.
“Ya bagus hasilnya tetapi kalau memang ingin dimaintance, sungai yang belum dipasang talud atau dinding penahan pastinya akan terlihat seperti ini tidak bisa dilewati air,” tambahnya.
Ia berharap, kawasan Karya Baru dapat terhindar dari banjir setelah dilakukan tindakan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan siang hari ini bisa tercapai, masyarakat disini kelurahan karya baru RT 3 komplek arufatuna dapat terhindar banjir khususnya RW 4 dan RW 1 itu dari arah depan,” tandasnya.