Pengguna Mobil Mewah Diminta Pakai BBM Diesel Non Subsidi

| |

Kop
Uci

****

beritasebelas.id,Palembang – Beberapa belakangan terakhir antrean pembelian solar subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memanjang dan mengganggu pengguna jalan termasuk di kota Palembang.

Antrian kendaraan mau isi BBM jenis solar di salah satu SPBU Kota Palembang – foto Uci beritasebelas.id

Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading PT Pertamina (Persero) meminta pengguna mobil mewah dan pelaku industri untuk tidak mengisi bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi.

Menurut Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, persoalan antrean solar subsidi di SPBU mengklaim bukan karena Pertamina mengurangi ketersediaan. Tetapi banyak penggunanya merupakan pihak yang tidak tepat.

Sebab sudah tertulis dalam aturan bahwa pengguna solar subsidi hanya diperuntukan bagi sektor transportasi kendaraan bermotor plat hitam untuk pengangkut orang atau barang, kendaraan bermotor plat kuning kecuali mobil pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan roda lebih dari 6.

“Kemudian kendaraan layanan umum misalnya ambulance, pemadam kebakaran, pengangkut sampah, kapal angkutan umum berbendera Indonesia, kapal perintis, serta kereta api penumpang umum dan barang,” jelasnya, Jumat (25/3/2022).

Namun kenyataannya, fakta dilapangan, masih banyak masyarakat yang merupakan pelaku industri dan dominan mobil mewah menggunakan solar subsisidi. Padahal mereka sebenarnya dianggap mampu untuk membeli BBM diesel non subsidi.

“Maka itu kami minta pemilik dan pengguna mobil mewah ini menggunakan BBM diesel non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Sehingga solar subsidi bisa digunakan oleh yang lebih berhak dan membutuhkan,” kata dia.

Irto berjanji persoalan antre solar subisidi dan aturan penggunaan BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi pengendara yang berhak akan disosialisasikan agar kebutuhan BBM subsidi tercukupi dan tidak menimbulkan antrean panjang.

“Untuk memastikan agar pengguna yang berhak atas solar subsidi bisa dipahami masyarakat Pertamina bersama stakeholder dan Pemerintah melalui BPH Migas akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai regulasi yang dibuat,” timpalnya.

Sebelumnya hasil pantauan di lapangan kondisi antrean pembelian solar subsidi terjadi di SPBU Bengkel Pass di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, kondisi tersebut terlihat hampir setiap hari.

Menurut Rifki salah satu pegawai di sana, antrean panjang kendaraan yang ingin membeli solar subsidi bukan hanya angkot dan kendaraan barang saja, tetapi mobil mewah pun turut ambil bagian. Sedangkan secara spesifik tidak cocok untuk mesin kendaraan.

“Selain itu antrean ini juga terjadi karena harga naik dan pasokan solar berkurang. Setahu saya dikurangi, dari kapasitas dispenser 30 ton per hari, sekarang cuma dipasok 16 ton per hari dari awalnya 24 ton,” tutupnya.

print
Sebelumnya

Pascasarjana UPGRIP Catat 80 Persen Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

Event Pemanahan Berkuda Menjadi Event Tahunan

Berikut