Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan terus didalami pihak kepolisian. Dalam perkembangan terbaru, polisi mengungkap bahwa pelaku sempat mengganti pakaian usai melakukan aksinya untuk menghilangkan jejak.
Kronologi Kejadian
Insiden tersebut terjadi saat korban tengah beraktivitas di ruang publik. Tiba-tiba, pelaku mendekat dan menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban sebelum melarikan diri dari lokasi.
Korban yang mengalami luka langsung mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis intensif.
Pelaku Berusaha Hilangkan Jejak
Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku diduga telah merencanakan aksinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengganti pakaian setelah melakukan penyerangan guna menghindari identifikasi.
“Pelaku sempat berganti baju setelah kejadian. Ini bagian dari upaya untuk mengaburkan identitas,” ujar perwakilan kepolisian.
Saat ini, polisi tengah memburu pelaku dengan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mendalami motif di balik serangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna memperkuat proses penyidikan.
Kondisi Korban
Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat siraman cairan berbahaya tersebut. Tim medis masih terus melakukan perawatan intensif untuk memulihkan kondisi korban.
Imbauan Keamanan
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya keamanan bagi para aktivis dan masyarakat umum. Aparat diharapkan dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman kepada publik.