Restorasi Sekanak Lambidaro Menimbulkan Kemacetan, Warga: Pembatasnya Roboh

| |

Kop
Umnah

****

beritasebelas.id, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat ini tengah gencar melakukan restorasi di sepanjang aliran Sungai Sekanak Lambidaro agar terlihat lebih sedap dipandang.

Kondisi pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro – foto Umnah beritasebelas.id

Salah satu warga Kota Palembang, Lensi Lenis mengungkapkan bahwa aktivitas restorasi tersebut sebenarnya adalah aktivitas yang sangat baik namun dirinya juga merasakan kekhawatiran atas restorasi tersebut.

“Sebenarnya restorasi itu bagus untuk menata Kota Palembang jadi lebih baik, cuma saya khawatir karena restorasinya lama sekali. Sudah mau tiga bulan belum selesai juga, sedangkan untuk proses restorasi ini banyak alat-alat berat yang digunakan sehingga khawatir akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Lensi saat diwawancarai pada Rabu, (9/11/22).

Dirinya mengatakan bahwa disekitar aliran Sungai Sekanak Lambidaro yang sedang direstorasi tersebut banyak warga yang berjualan sehingga membuat warga kurang nyaman.

“Ya pasti takutlah karena jalannya sempit, ditambah proses restorasi ini makan badan jalan. Waktu itu juga sempat ada kejadian seng pembatasnya itu roboh ke arah jalan jadi macet panjang,” lanjutnya.

Lensi sebagai pengguna jalan juga merasa terganggu dengan adanya restorasi tersebut karena menyebabkan kemacetan di sepanjang Jl. Radial, Kel. 24 Ilir Palembang tersebut.

“Tidak tahan macetnya, belum lagi material untuk restorasi ini kan pakai beton atau batu besar dan alat beratnya juga mereka makan badan jalan, itu bahaya sekali baik bagi pengendara maupun pejalan kaki,” keluhnya.

Selain proses restorasi yang sudah hampir tiga bulan belum juga selesai, Lensi mengeluh lampu merah yang tidak berfungsi saat hari Jumat hingga Sabtu di kawasan tersebut.

“Kalau Jumat dan Sabtu kan ada Car Free Night, lampu merah tidak berfungsi. Nah itu nambah kemacetan dari segala arah, jadi malam Sabtu dan malam Minggu kondisi lalu lintas di daerah ini kacau sekali,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Lensi berharap agar pemerintah bisa segera mempercepat proses restorasi aliran Sungai Sekanak Lambidaro tersebut agar warga dan pengguna jalan dapat beraktivitas seperti semula.

“Saya tidak menentang, hanya saja berharap di percepat. Paling tidak yang kerja itu dikasih target berapa bulan harus selesai gitu, karena ini kan letaknya dipinggir jalan dan jantung kota jadi harapannya bisa diselesaikan secepat mungkinlah,” tutupnya.

print
Sebelumnya

Pembangunan Mangkrak Lima Tahun, Banyak Pedagang Pasar Cinde Gulung Tikar

Masih Kesulitan Naik Teman Bus, Warga Nilai Pemerintah Kurang Sosialisasi

Berikut