Sempat Buron, TSK Pembunuhan Pasutri di Pulau Rimau Banyuasin Ditembak Mati

| |

Kop
Uci

****

beritasebelas.id, Palembang – Tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) hingga menyebabkan korban meninggal ditembak mati tim gabungan Opsnal Sat Reskrim Polres Banyuasin dan Sat Polairud Polres Banyuasin, karena berusaha melawan dengan menembakkan senjata api ke arah anggota saat akan ditangkap.

Tsk pembunuh pasutri di Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin – foto Uci beritasebelas.id

Tersangka diketahui bernama Kevin alias Peni warga Dusun IV Parit 5 Sungai Bungin, Desa Penuguan Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin.

Tersangka diburu anggota setelah melakukan tindak pidana pencurian disertai pembunuhan terhadap pasutri pengusaha walet di Dusun III Jalur 15 Desa Nunggal Sari, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyusin. Rabu 12 Oktober 2022 lalu.

Tersangka sendiri merupakan otak perampokan, dimana sebelumnya tim gabungan Polres Banyuasin dan Subdit III Jatanras Polda Sumsel menangkap empat tersangka yakni Kailani (35), Yuda Bayu (43), M Renaldo (39), M Risko Ardayah (19) serta terakhir Kevin (42).

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Hary Dinar mengungkapkan, Tim gabungan Opsnal Sat Reskrim Polres Banyuasin bersama Sat Polairud Polres Banyuasin berhasil menangkap satu orang tersangka DPO perampokan dan pembunuhan pasutri yang terjadi di Pulau rimau.

“Kevin ditangkap saat sedang bersembunyi di sawah di Dusun Sungai Keladi Desa Rimau. Ketika akan ditangkap tersangka melawan, sehingga anggota memberikan tindakan tegas dan terukur hingga menyebabkan tersangka tewas,” ungkap Dinar di dalam ruangan kamar mayat forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Selasa (1/10).

Dimana peran tersangka ini kata Dinar, sama dengan tersangka sebelumnya yakni Jailani dan Bayu yang sudah ditangkap.

Tersangka juga merupakan otak dan eksekutor terhadap pasutri yang tewas di tangan para tersangka.

“Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan senjata api beserta empat butir peluru. Dua peluru sudah diletuskan saat menembaki anggota,” kata Dinar.

Pada pemberitaan sebelumnya, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan pasangan suami istri (Pasutri) meninggal dunia, Rabu 12 Oktober 2022 lalu.

Sunardi (55) dan istri Sri Narti (49) ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di dalam kamar rumahnya di Desa Nunggal Kecamatan, Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.

Tak hanya menghabisi nyawa korban, kelima tersangka juga berhasil membawa 1 kalung emas berat 13 gram, 3 cincin emas berat 9,8 gram, rokok senilai Rp 25 juta, 3 unit HP Nokia 105, Vivo dan Realme, satu anting-anting korban berat 3 gram dan uang tunai Rp. 232.930.000, jumlah total kerugian yang ditaksir korban senilai Rp. 383.930.000.

print
Sebelumnya

Tak Gubris Tuntutan, WALHI Akan Laporkan Walikota Palembang Ke Presiden

Lindungi Atlet, KONI Sumsel Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Berikut