Serap Aspirasi Anggota DPRD Dapil 1 Kunjungi Perumda Pasar

| |

Kop
Advertorial

***

beritasebelas.id,Palembang – Sebanyak enam anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Palembang lakukan kegiatan reses tahap II tahun 2021. Kegiatan reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Dapil 1 berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 Agustus 2021.

Keenam anggota Dapil 1 dikordinatori oleh Hj RA Anita Noeringhati yang juga Ketua DPRD Provinsi Sumsel dari Partai Golkar, dengan anggota Prima Salam dari Gerindra, H Kartak SAS dari PKB, H Chairul S Matdiah dari Partai Demokrat, Mgs H Syaiful Padli dari PKS, dan Dedi Sepriyanto dari PDI-P.

Anggota DPRD Sumsel Dapil 1 mendengarkan paparan dari Direktur Utama Perumda Pasar

Pada reses hari kedua, Rabu 25 Agustus 2021, anggota Dapil I mengadakan kunjungan ke Kantor Perumda Pasar yang dulunya PD Pasar Palembang Jaya, guna mendengarkan kondisi pasar di Kota Palembang, khususnya pasar yang ada di Dapil 1 dari pihak Perumda Pasar saat masa pandemi Covid 19.

Rombongan anggota Dapil I diterima langsung oleh Dewan Pengawas Perumda Pasar, Direktur Utama Perumda Pasar Abdul Rizal, Direktur Administrasi dan Keuangan Firman dan para Kepala Bidang, Ketua SPI Ketua P3K serta staf.

Direktur Utama Perumda Pasar Abdul Rizal saat menerima anggota Dapil 1 melakukan reses di kantornya, mengatakan bahwa sejak enam bulan kemarin penyebutan nama PD Pasar Palembang Jaya berubah menjadi Perumda Pasar.

Anggota Dapil 1 bersama Direktur Utama Perumda Pasar

Saat ini Perumda Pasar mengawasi 30 pasar di Kota Palembang terdiri dari 16 pasar dikelola langsung oleh Perumda Pasar, dan dua pasar di kelola pihak ketiga, tapi pengawasan Perumda Pasar. Dikatakan Abdul Rizal untuk pasar yang berada di wilayah Dapil 1 yang yakni Pasar Cinde, Pasar Modern Plaju, Pasar Kertapati, Pasar 3-4 Ulu, Pasar Suak Bato, Pasar Padang Selasa, Pasar Tangga Buntung, Pasar Gandus, dan Pasar 10 Ulu serta Pasar Induk Jakabaring, dan Pasar Retail.

Sedangkan mengenai kondisi Pasar Cinde, Abdul Rizal mengatakan pendapatan mengalami penurunan sejak ada rencana pemugaran oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, karena kondisi pasar tersebut sekarang sangat semberaut dan kalau hujan pasar akan mengalami banjir, karena lapak yang ada sekarang berada di atas lahan fasilitas umum, hal ini selalu di keluhkan oleh para pedagang.

Paparan Kondisi pasar tradisional di Kota Palembang

Anggota Dapil 1 saat dialog dengan jajaran Direksi Perumda Pasar banyak melontarkan pertanyaan sehubungan dengan kondisi pasar dalam pengawasan Perumda Pasar seperti yang di utarakan oleh Syaiful Padli yang menanyakan kondisi pedagang saat pandemi Covid 19, dan juga masalah semberaut system perparkiran di pasar Jakabaring.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kartak SAS mengenai permasalahan di Pasar 16 Ilir, mulai dari jumlah toko yang ada, besaran biaya sewa pertoko, serta berapa banyak toko yang di sewakan dan berapa yang kosong, dan masalah kontrak dengan pihak ketiga dan masalah perparkiran di Pasar 16 Ilir.

Selain itu juga Kartak minta agar pihak Perumda Pasar juga memperhatikan pasar kaki lima seperti Pasar Klinik, Pasar Simpang Sungki, untuk pendapatan disetor kemana, apa masuk ke kas daerah atau dimiliki oleh perorangan. Kartak minta pasar-pasar tersebut kalau bisa dibenahi.

Kordinator reses Dapil 1 bersama Direktur Perumda Pasar

Sementara itu Chairul S Matdiah mempertanyakan masalah pedagang dipasar-pasar apakah sudah dilakukan vaksin, dan juga menyoroti masalah pendapatan pasar swasta disetor kemana, dan selain itu untuk apa dana pasar swasta digunakan, dan pasar-pasar swasta agar ditata.

Prima Salam mempertanyakan mengenai pihak ketiga yang mengelola Pasar 16 Ilir dan Pasar Kuto sharing profitnya bagaimana, pendapatan sewa lapak dan parkir, pembenahan infrastruktur. Prima Salam juga menanyakan 30 pasar yang dibina oleh Perumda Pasar, 16 dikelola langsung Perumda, dan 2 pasar dikelola pihak ketiga berapa PAD yang disumbangkan ke Pemerintah Kota, karena Perumda Pasar adalah andalan PAD Kota Palembang.

Dedi Sepriyanto menanyakan mengenai Pasar 16 Ilir apa strategi untuk mengurus Pasar 16 Ilir yang tidak lagi dikelola oleh pihak ketiga, sementara pihak Perumda Pasar tidak bisa masuk untuk mengurus Pasar 16 ilir, serta penggunaan penyertaan modal dari Pemkot, sejauh mana dalam pengelolaannya.

Poto bersama jajaran Direksi Perumda Pasar

Permasalahan di Pasar 16 Ilir juga menjadi pertanyaan yang disampaikan oleh Anita Noeringhati kepada jajaran Direksi, khususnya mengenai kepemilikan Pasar 16 Ilir, apakah masih di kelola pihak ketiga, atau sudah diambil alih oleh pemerintah kota.

Menanggapi permasalahan yang disampaikan, Direktur Utama Perumda Pasar menjelaskan bahwa penyertaan modal dalam bentuk uang belum pernah diterima sejak perusahaan ini berdiri dari pemerintah kota, yang diberikan hanya dalam bentuk penyertaan modal pembangunan gedung pasar, dan revitalisasi menggunakan dana APBN yang dimasukan ke Dinas Perdagangan.

Mengenai vaksin pedagang, dikatakan Abdul Rizal pihaknya sudah kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Kementerian Kesehatan RI, serta dengan  Asparinda dalam memberikan suntikan vaksin kepada pedagang di pasar yang dikelola Perumda Pasar, saat  ini sudah 40 sampai 60 persen pedagang dipasar di suntik vaksin.

Sedangkan mengenai permasalahan parkir dipasar, dikatakan Abdul Rizal yang dikelola dan tanggungjawab pihak Perumda Pasar parkir yang berada didalam pagar pasar, sedangkan parkir diluar pagar pasar menjadi tanggungjawab Dinas Perhubungan dalam pengurusannya.

Untuk pembagian hasil pendapatan dari pasar yang dikelola oleh pihak ketiga, sudah ada kesepakatan saat awal penandatangan MoU dengan pihak ketiga oleh pemerintah kota, sedangkan perubahan harus ada kesepatan baru lagi jelas Abdul Rizal.

print
Sebelumnya

Mahasiswa UBD Asal Amerika Serikat Selesaikan Pendidikan S1 di Jurusan Bahasa Indonesia

Serap Aspirasi, Syaiful Padli Reses Perorangan

Berikut