Tunggu Pergub Tatap Muka dan Izin Orang Tua, SMKN 1 Sudah Siapkan Prokes Ketat

| |

kop-dalam-berita
Arto

***

beritasebelas.id,PalembangTerkait himbauan Mendikbud Nadiem Makarim yang memperbolehkan sekolah menggelar belajar tatap muka pada 1 Januari 2021 mendatang, pihak SMK Negeri 1 Palembang menyambut baik hal tersebut.

Siswa SMKN 1 Palembang disiplin cuci tangan saat mengumpul tugas pembelajaran Luring di Sekolah – foto Arto beritasebelas.id

Namun demikian, pihak sekolah tetap menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) Sumsel tentang belajar tatap muka tersebut dan juga izin orang tua nantinya. 

Sembari menunggu Pergub dan pernyataan izin orang tua siswa, pihak sekolah pun sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat di sekolah. Demikian dikatakan Kepala SMK Negeri 1 Palembang, H Suparman, S.Pd, M.Si, Jumat 4 Desember 2020. 

“Kita sambut baik wacana Mendikbud tentang belajar tatap muka awal Januari 2021 nanti. Kita juga sudah lama mempersiapkan Prokes ketat. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik, area wajib masker dan juga baru-baru ini kita perbanyak sanitasi,” ujarnya. 

Suparman memahami keinginan siswa-siswinya untuk segera mengikuti KBM tatap muka. Apalagi selain kerinduan belajar juga kerinduan bertemu dengan para guru dan teman-temannya. 

“Kami memahami kerinduan anak-anak untuk segera KBM tatap muka. Persiapan protokol kesehatan juga suda lama kami lakukan, tapi kita tetap harus menunggu Pergub. Selain itu, izin orang tua juga harus menjadi poin wajib,” jelasnya. 

Menurut Suparman, bahwa meski wacana KBM tatap muka diperbolehkan oleh Mendikbud tapi kondisi Pandemi Covid-19 harus diakui masih fluktuatif. Apalagi di Jakarta, Jawa Barat termaysk juga di Sumsel. 
Sembari menunggu Pergub, pihak sekolah sudah mempersiapkan surat pernyataan izin KBM tatap muka yang nanti perlu dipahami dan diikuti oleh orang tua.

Termasuk memastikan kehadiran dan kepulangan siswa dalam tanggung jawab orang tua. Pasalnya, percuma jika protokol kesehatan ketat dijalankan di sekolah tetap sepulang sekolah keluyuran dan berkerumun sesama teman-temannya.

“Selain itu, seadanya KBM tatap muka nanti berjalan, selama satu hingga dua bulan sekolah menutup sementara kantin, agar menghindari kerumunan. Jadi nanti kita juga himbau anak-anak sementara bawa bekal dulu,” jelasnya.

Dan untuk pola pembelajaran, ruangan per kelas maksimal hanya diisi 20 siswa dan proses jam belajar dikurangi. 

Sementara itu, Ana Oktaviana siswa kelas XI SMK Negeri 7 Palembang mengaku menyambut gembira KBM tatap muka yang dihimbau oleh Mendikbud. Menurutnya, KBM daring yang dilakukan sejak Maret 2020 lalu dinilai membuat bosan. 

“Sangat setuju sekali. Orang tua saya juga setuju. Karena daring dari rumah tak efektif, bosan, materi kurang paham, beda kalau belajar di sekolah langsung bisa tanya ke guru,” ujarnya disela mengantar tugas luring dari sekolah. 

Ana menambahkan bahwa sebagai siswa yang juga lama mengikuti daring, KBM tatap muka sangat dibutuhkan untuk menunjang pemahaman belajar karena sudah sekitar 10 bulan belajar daring sejak Maret 2020 lalu. 

“Dan kalau KBM tatap muka, kami juga sudah siap dan paham. Kami akan bawa hand sanitizer, bawa masker dan rajin cuci tangan,” jelasnya. 

print
Sebelumnya

Hasilkan Karya Menulis Terbanyak, Lima Sekolah di Sumsel Ini Diganjar Penghargaan

AMSI Kembali Menggelar Indonesian Digital Conference 2020

Berikut