Webinar OKU Selatan Ajak Masyarakat cerdas Gunakan Media Digital

| |

Kop
Bagus

***

beritasebelas.id, OKU Selatan – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan kembali digelar Jum’at, (24/9/2021). Webinar di mulai pukul 14.00 Wib tersebut bertajuk Bijak dan Cerdas di Era Digital.

Kegiatan massif diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Webinar menyasar target segmen pelajar dan masyarakat OKU Selatan, tercatat 605 orang peserta terdaftar dalam webinar ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, Jangkung Trisanto, Dian Purnama Putra, Rustina, S.Pd, AKhmad Rosihan, M.Si dan influencer @tomrist_ sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Jangkung Trisanto menjelaskan netiket atau etika berinternet dengan umum dan komunikasi dengan individu. Yang paling penting dari etikanya adalah jangan menggunakan huruf capital, mengutip jangan secara keseluruhan, hati-hati dalam forward email, jangan mengirimkan file berukuran besar tanpa editing terlebih dahulu.

“Karena bahasa lisan dengan tulisan akan berbeda penafsiran apalagi dengan menggunakan hurup kapital dan sebagainya,” ujarnya.

Ditambahkan Dian Purnama Putra, saat ini pengguna internet masih rentan pencurian data dan sebagainya, oleh sebab itu keamanan digital tetap menjadi bagian penting. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pikirkan konsep sebelum membuat konten, jangan asal menyebarkan pahami dulu target konten, lakukan branding agar semakin dikenal, bagikan konten yang berkualitas (kreatif, unik, eyecatching, gambar yang baik).

Kemudian hindari meniru karya orang lain gunakan konsep ATM (amati, tiru, modifikasi), gunakan website untuk menganalisis reputasi konten, ukur hasil kerja secara rutin (bulanan atau mingguan), konten harus mengikuti perkembangan zaman, jangan asal posting konten.

“Serta tak perlu detail mencantumkan informasi (protect your privacy), persulit akses masuk ke akun agar tidak di salah gunakan, jaga etika dan selalu waspada, juga lakukan filter akun yang diikuti,” tambahnya.

Sementara, Rustina, S.Pd narasumber lain menegaskan mengenai ruang lingkup cakap bermedia digital antara lain cakap dalam lanskap digital, cakap menggunakan mesin pencarian informasi, cakap dalam menggunakan aplikasi percakapan dan media sosial, dan cakap dalam menggunakan aplikasi dompet digital, lokapasar dan transaksi digital.

Diera perkembangan internet seperti saat ini, digital menjadi budaya baru di tengah masyarakat pengguna internet aktif maupun pasif. Dikatakan dosen Ilmu Komunikasi Unbara Akhmad Rosihan, M.Si bahwa media massa dan budaya tidak terpisahkan. Media massa menyajikan ide-ide budaya, pertama media membantu untuk mengidentifikasi & mendiskusikan kode perilaku yang dapat diterima dalam masyarakat, kedua media mempelajari apa dan siapa yang diperhitungkan di dunia kita, serta mengapa mereka begitu penting.

“Dan yang ketiga media menentukan apa yang dipikirkan orang lain tentang kita dan apa dipikirkan orang-orang seperti kita tentang orang lain,” jelas Rosihan.

@tomrist_ sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan bahwa bijak dan cerdas diera digital harus dilakukan adalah belajar etikanya, belajar keamanannya, belajar skillnya dan belajar budayanya.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, Meisa salah satu peserta juga menyampaikan bagaimana cara mengedukasi masyarakat agar perlindungan data pribadi itu penting?.

Dimana menurut Dian Purnama Putra salah satu caranya adalah dengan membuat konten yang positif bikin budaya kekinian, sehingga menarik perhatian semua orang dan terinspirasi untuk melakukan perlindungan data pribadinya.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 25 kali webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.

Seperti yang di ketahui pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

print
Sebelumnya

Jemput Medali Emas PON, Lima Cabor Terbang ke Papua

Kenali UU ITE Sebelum Gunakan Ruang Digital

Berikut