Nilai tukar rupiah melemah setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Rupiah ditutup pada level Rp18.009 per dolar AS, Senin, 27 Juli 2026. Mata uang Garuda melemah 46 poin atau sekitar 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sebelumnya, rupiah berada pada level Rp17.963 per dolar AS.
Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi secara mengejutkan. Perry menyampaikan pengunduran dirinya dengan alasan pribadi setelah memimpin Bank Indonesia sejak 2018. Presiden Prabowo Subianto kemudian menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat sementara Gubernur BI. Pergantian tersebut memunculkan perhatian terhadap kesinambungan kebijakan moneter Indonesia.
Pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi sentimen pergantian kepemimpinan Bank Indonesia. Ketidakpastian geopolitik global juga masih memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Pasar turut mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Faktor tersebut membuat ruang penguatan rupiah masih terbatas dalam perdagangan jangka pendek.
Sejumlah analis menilai pergantian pimpinan BI dapat meningkatkan volatilitas pasar apabila transisi tidak memberikan kepastian. Independensi Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama investor setelah pengunduran diri Perry. Namun, penunjukan Destry dinilai dapat memberikan sinyal kesinambungan kebijakan selama masa transisi. Pasar kini menunggu calon Gubernur BI definitif dan arah kebijakan moneter berikutnya.
Pergerakan rupiah selanjutnya diperkirakan tetap dipengaruhi sentimen domestik dan kondisi ekonomi global. Kejelasan transisi kepemimpinan BI menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor. Stabilitas kebijakan moneter juga diperlukan guna meredam tekanan terhadap rupiah. Pasar akan mencermati langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar setelah Perry Warjiyo mundur.