JP Morgan masih mempertahankan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 7.000 pada akhir 2026. Proyeksi tersebut disampaikan Head of Indonesia Equity Research JP Morgan Benny Kurniawan.
Benny mengatakan peluang penguatan IHSG masih terbuka hingga penghujung tahun. Sentimen positif dan posisi investor yang relatif rendah menjadi sejumlah faktor pendukung. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong investor kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
JP Morgan juga melihat investor asing telah banyak melakukan penjualan saham Indonesia sepanjang 2026. Di sisi lain, kas reksa dana saham domestik masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan pembelian saham.
Benny juga optimistis terhadap prospek kinerja emiten Indonesia pada 2027. Konsensus analis memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan sekitar 9 persen tahun depan. Pertumbuhan tersebut diperkirakan mendapat dukungan dari belanja pemerintah dan aktivitas investasi.
Meski demikian, JP Morgan mengakui terdapat tantangan bagi sejumlah sektor. Kenaikan biaya input dapat menekan margin perusahaan tertentu. Namun, pertumbuhan pendapatan yang masih kuat dinilai membuat pasar Indonesia tetap menarik bagi investor.
Target terbaru tersebut juga berbeda dari proyeksi JP Morgan sebelumnya. Pada awal 2026, bank investasi tersebut sempat menargetkan IHSG di level 9.100. Perubahan proyeksi mencerminkan penyesuaian terhadap kondisi pasar dan perkembangan ekonomi terbaru.