UBS tetap mempertahankan pandangan positif terhadap pound sterling meski Inggris masih menghadapi berbagai tantangan fiskal. Bank investasi global tersebut menilai mata uang Inggris memiliki prospek yang cukup baik dalam jangka menengah, didukung oleh kondisi ekonomi yang mulai stabil serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih terarah.
Dalam analisis terbarunya, UBS menyebut risiko fiskal memang masih menjadi perhatian investor. Tingginya utang pemerintah, tekanan terhadap anggaran negara, serta potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pound sterling. Meski demikian, risiko tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengubah prospek mata uang Inggris secara keseluruhan.
UBS melihat kebijakan Bank of England (BoE) masih menjadi faktor utama yang menopang nilai tukar pound. Apabila inflasi terus bergerak menuju target dan kondisi pasar tenaga kerja tetap solid, bank sentral diperkirakan memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset Inggris.
Selain faktor domestik, pergerakan pound sterling juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Perubahan kebijakan suku bunga bank sentral utama, pergerakan dolar Amerika Serikat, hingga ketidakpastian geopolitik masih menjadi sentimen yang diperhatikan pelaku pasar. UBS menilai investor tetap perlu mencermati perkembangan tersebut karena dapat memengaruhi volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek.
Analis menilai pound sterling masih memiliki daya tarik dibandingkan beberapa mata uang utama lainnya. Jika pemerintah Inggris mampu menjaga disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi terus membaik, peluang penguatan mata uang tersebut akan semakin besar. Oleh karena itu, investor disarankan tetap memperhatikan indikator ekonomi seperti inflasi, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), serta keputusan suku bunga Bank of England.
Optimisme UBS terhadap pound sterling menunjukkan bahwa prospek mata uang Inggris masih dinilai positif meski dibayangi risiko fiskal. Dengan dukungan kebijakan moneter yang kredibel serta perbaikan fundamental ekonomi, pound sterling diperkirakan tetap memiliki peluang untuk mempertahankan kinerjanya di pasar valuta asing dalam beberapa waktu ke depan.