Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (22/7) setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen. Keputusan tersebut mendorong pelaku pasar mengambil sikap hati-hati, meski kebijakan BI sesuai dengan ekspektasi mayoritas analis.
Sepanjang perdagangan, tekanan jual terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi salah satu pemberat pergerakan IHSG. Selain kedua saham tersebut, beberapa emiten sektor pertambangan dan energi juga mengalami koreksi seiring aksi ambil untung investor.
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran. Pasar sebelumnya telah memperkirakan keputusan tersebut, namun investor tetap mencermati arah kebijakan moneter berikutnya di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pergerakan suku bunga Amerika Serikat.
Selain sentimen suku bunga, pergerakan IHSG juga dipengaruhi aksi jual investor asing pada sejumlah saham unggulan. Sektor bahan baku, energi, dan pertambangan menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling besar. Di sisi lain, beberapa saham defensif masih mampu mencatatkan penguatan sehingga membatasi pelemahan indeks lebih dalam.
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan keuangan emiten semester pertama 2026 sebagai katalis berikutnya. Analis menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi sentimen global, arus dana asing, serta prospek kebijakan moneter Bank Indonesia. Jika kinerja emiten sesuai ekspektasi, peluang pemulihan indeks masih terbuka meski volatilitas diperkirakan tet