Tim panjat tebing Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di ajang World Climbing Series Chamonix 2026. Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses mengawinkan gelar juara nomor speed putra dan putri pada seri yang berlangsung di Chamonix, Prancis, Minggu (12/7) waktu setempat. Keberhasilan tersebut semakin menegaskan dominasi Indonesia di nomor speed pada level dunia.
Veddriq memastikan medali emas usai mengalahkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, pada partai final sesama atlet Indonesia. Kemenangan ini terasa istimewa karena Veddriq mengaku masih belum pulih sepenuhnya dari cedera dan menjalani persiapan yang terbatas sebelum bertanding. Meski begitu, ia tetap mampu tampil konsisten hingga menjadi juara.
Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga tampil luar biasa di sektor putri. Atlet asal Bali tersebut berhasil mengalahkan para pesaingnya untuk merebut medali emas sekaligus melanjutkan tren positif sepanjang musim 2026. Gelar di Chamonix menjadi bukti bahwa Desak masih menjadi salah satu pemanjat speed terbaik dunia dan kandidat kuat juara pada seri-seri berikutnya.
Indonesia menutup World Climbing Series Chamonix 2026 dengan torehan tiga medali. Selain dua emas dari Veddriq dan Desak, Merah Putih juga meraih medali perak melalui Antasyafi Robby Al Hilmi di nomor speed putra. Hasil tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling sukses pada seri Chamonix berkat dominasi di disiplin speed.
Prestasi Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi modal berharga menghadapi seri World Climbing Series berikutnya. Konsistensi para atlet Indonesia di nomor speed memperlihatkan pembinaan nasional berjalan positif. Dengan performa yang terus meningkat, peluang Indonesia menambah koleksi medali emas pada sisa musim 2026 tetap terbuka lebar.