Nilai tukar USD/JPY kembali mendekati level 160 per dolar pada pertengahan Agustus 2026. Kondisi tersebut kembali menguji kemampuan Jepang menjaga stabilitas yen. Pasangan mata uang itu berada sekitar 159,5 pada Jumat, 14 Agustus. Yen kembali melemah setelah dampak intervensi gabungan Jepang dan Amerika Serikat mereda.
Jika USD/JPY menembus 160 secara berkelanjutan, risiko intervensi Jepang diperkirakan meningkat. Level tersebut menjadi perhatian karena pemerintah sebelumnya melakukan intervensi ketika yen melemah tajam. Intervensi terbaru sempat mengangkat yen dari hampir 164 menjadi sekitar 155,2 per dolar. Namun, penguatan tersebut kemudian terpangkas kembali.
Masalahnya, intervensi berulang dapat menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan Jepang. ING menilai intervensi tahun ini sulit dianggap berhasil jika USD/JPY kembali mendekati 160. Tekanan utama berasal dari perbedaan suku bunga Jepang dan Amerika Serikat. Suku bunga Jepang berada satu persen, sedangkan Amerika masih berada di kisaran 3,5-3,75 persen.
Karena itu, Jepang kemungkinan membutuhkan kombinasi intervensi dan kebijakan moneter lebih ketat. Mantan diplomat mata uang Jepang Mitsuhiro Furusawa memperkirakan langkah serupa masih mungkin dilakukan. Ia juga mendorong Bank of Japan mempercepat kenaikan suku bunga. Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat yen secara lebih berkelanjutan.
Bagi pasar, penembusan 160 bukan berarti Jepang otomatis melakukan intervensi. Pemerintah lebih memperhatikan kecepatan dan ketidakteraturan pergerakan yen. Namun, kegagalan mempertahankan yen setelah intervensi dapat memperbesar tekanan terhadap kredibilitas kebijakan. Investor kini menunggu sinyal Bank of Japan menjelang potensi kenaikan suku bunga September.