PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi menghabiskan seluruh dana hasil Initial Public Offering (IPO) yang diperoleh saat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana jumbo tersebut berasal dari aksi IPO pada Agustus 2021 yang menghimpun dana sekitar Rp21,9 triliun, menjadikannya sebagai IPO terbesar dalam sejarah BEI saat itu. Setelah dikurangi biaya emisi, dana bersih yang diterima perseroan mencapai sekitar Rp21,3 triliun.
Berdasarkan laporan penggunaan dana per 30 Juni 2026, Bukalapak menyatakan seluruh dana bersih hasil IPO telah terserap. Langkah tersebut menandai berakhirnya realisasi penggunaan dana yang selama beberapa tahun dialokasikan untuk mendukung pengembangan bisnis dan operasional perusahaan.
IPO Bukalapak Pecahkan Rekor Bursa Efek Indonesia
Bukalapak resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 6 Agustus 2021 dengan kode emiten BUKA. Perusahaan menawarkan saham perdana seharga Rp850 per lembar dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp21,9 triliun.
Nilai tersebut memecahkan rekor sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Rekor sebelumnya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk yang menggalang dana sekitar Rp12,25 triliun pada 2008.
Dana IPO Digunakan untuk Pengembangan Bisnis
Bukalapak menjelaskan bahwa dana hasil IPO dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian besar dialokasikan sebagai modal kerja induk usaha dan sejumlah entitas anak.
Selain itu, dana tersebut digunakan untuk memperkuat investasi pada layanan digital, pengembangan teknologi, ekspansi bisnis, serta mendukung operasional berbagai unit usaha di bawah Grup Bukalapak.
Dalam perjalanannya, perseroan juga beberapa kali menyesuaikan rencana penggunaan dana melalui persetujuan pemegang saham agar realisasi investasi dapat berjalan lebih optimal sesuai kebutuhan bisnis.
Bukalapak Terus Transformasi Bisnis
Sejak menjadi perusahaan terbuka, Bukalapak terus melakukan transformasi model bisnis. Perseroan memperkuat ekosistem digital melalui layanan Mitra Bukalapak, produk virtual, layanan keuangan digital, hingga berbagai solusi teknologi bagi pelaku usaha.
Transformasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan jangka panjang di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.
Bukti Komitmen Pasca-IPO
Habisnya seluruh dana IPO menunjukkan bahwa Bukalapak telah merealisasikan seluruh rencana penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai perusahaan teknologi yang pernah mencetak rekor IPO terbesar di BEI, Bukalapak kini memasuki fase baru dengan fokus pada pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati strategi Bukalapak dalam meningkatkan kinerja keuangan, memperluas layanan digital, serta menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham setelah seluruh dana IPO sebesar Rp21,9 triliun berhasil direalisasikan.