Dakwaan jaksa mengungkap perjalanan Heru Anggara sebelum pembunuhan MAH, anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman. Heru disebut mengalami tekanan ekonomi setelah mengalami kerugian dari investasi kripto.
Dalam dakwaan, Heru awalnya menggunakan tabungan sekitar Rp400 juta untuk membeli aset kripto pada 2015. Nilai aset tersebut sempat meningkat hingga sekitar Rp4 miliar. Namun, Heru kemudian mengalami kerugian dan kembali mencari pinjaman.
Jaksa menyebut Heru meminjam Rp700 juta dari bank, Rp70 juta dari koperasi, dan Rp50 juta melalui pinjaman online. Dana tersebut kembali digunakan untuk bermain kripto. Kerugian berikutnya membuat kondisi ekonominya semakin sulit. Pada Desember 2025, istrinya disebut meninggalkan Heru dan pulang ke Palembang.
Pada 16 Desember 2025, Heru disebut sempat berniat merampok bank. Namun, rencana itu berubah karena mobil perusahaan harus dikembalikan. Ia kemudian memilih rumah Maman secara acak untuk melakukan pencurian. Aksi tersebut berakhir dengan pembunuhan MAH yang berusia sembilan tahun.
Heru kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang. Sebelumnya, PN Serang menolak praperadilan Heru dan menyatakan penetapan tersangkanya sah. Perkara ini memasuki tahap persidangan setelah jaksa membacakan dakwaan pada 19 Agustus 2026.