Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Pengajuan tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar keuangan.
Destry saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia juga menjalankan tugas sebagai Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Pencalonan Destry menjadi perhatian investor karena pengalaman panjangnya di sektor keuangan. Ia pernah berkarier sebagai ekonom dan menduduki sejumlah posisi strategis.
Pasar menilai pencalonan tersebut memberikan kepastian mengenai arah kepemimpinan Bank Indonesia. Destry diperkirakan melanjutkan kebijakan yang menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.
Sentimen positif tersebut turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin. Rupiah ditutup pada level Rp17.755 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 142 poin atau sekitar 0,79 persen.
Penguatan rupiah juga membuat mata uang Indonesia menjadi salah satu yang berkinerja kuat di kawasan Asia. Investor melihat pencalonan Destry sebagai faktor yang mengurangi ketidakpastian kebijakan moneter.
Namun, perjalanan Destry menuju posisi Gubernur BI definitif masih membutuhkan persetujuan DPR. Proses tersebut menjadi tahap penting setelah Presiden mengajukan nama calon gubernur.
Jika disetujui, Destry berpotensi menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif. Tantangan utamanya adalah menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Indonesia sendiri memiliki tujuan menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. Karena itu, kepemimpinan Destry akan menjadi perhatian pelaku pasar.