PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan operasional positif sepanjang semester I/2026. Kinerja tersebut melanjutkan tren pertumbuhan yang terlihat sejak awal tahun. Digitalisasi operasional menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan efisiensi layanan terminal kendaraan. IPCC juga terus memperkuat perannya dalam mendukung rantai logistik otomotif nasional.
Pada triwulan pertama 2026, volume operasional konsolidasi IPCC mencapai 297.972 unit. Angka tersebut meningkat 7,35 persen dibandingkan 277.862 unit pada periode sama tahun sebelumnya. Segmen truk dan bus mencatat pertumbuhan 45,14 persen menjadi 73.723 unit. Pertumbuhan tersebut didukung aktivitas pertambangan serta program hilirisasi pemerintah.
Momentum pertumbuhan semakin kuat ketika memasuki kuartal kedua 2026. Hingga April, kinerja kargo meningkat 16,01 persen secara tahunan. Pertumbuhan mencakup kendaraan CBU, alat berat, bus, dan truk pada Branch Jakarta serta lima terminal satelit. Total kunjungan kapal mencapai 1.248 shipcalls atau meningkat 21,17 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Digitalisasi menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan layanan IPCC. Perseroan sebelumnya menerapkan PTOS-C sebagai platform digital untuk operasional terminal internasional dan domestik. Sistem terintegrasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas layanan kepada pengguna jasa. Hingga Mei 2026, jumlah shipcalls bahkan mencapai 1.577 kunjungan atau tumbuh 21,40 persen.
Pertumbuhan operasional menjadi modal IPCC menghadapi dinamika industri logistik dan otomotif sepanjang 2026. Namun, perseroan tetap menghadapi tantangan pada sisi keuangan selama semester pertama. Pendapatan tercatat Rp413,5 miliar, sedangkan laba bersih mencapai Rp103,3 miliar. Penguatan digitalisasi dan efisiensi operasional diharapkan menjaga pertumbuhan bisnis IPCC secara berkelanjutan.