Persaingan emiten telekomunikasi Indonesia memasuki fase baru pada 2026 seiring meningkatnya belanja modal atau capital expenditure (capex). PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) sama-sama menggelontorkan dana besar untuk memperkuat jaringan, terutama dalam menghadapi era 5G dan kebutuhan infrastruktur digital. Namun, besarnya capex tidak otomatis menjamin return yang lebih tinggi.
TLKM menargetkan capex maksimal sekitar 20% dari pendapatan tahun ini. Hingga semester I 2026, Telkom telah merealisasikan belanja modal Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% diarahkan ke area bisnis prioritas. Di periode yang sama, pendapatan konsolidasi mencapai Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan, sementara EBITDA naik 3,8% menjadi Rp37,5 triliun.
Sementara itu, EXCL menaikkan anggaran capex menjadi sekitar Rp20 triliun, dari sebelumnya Rp15 triliun. Indosat mengambil langkah lebih agresif dengan meningkatkan capex dari Rp13 triliun menjadi Rp23 triliun. Tambahan Rp10 triliun ISAT terutama dialokasikan untuk perangkat jaringan 5G setelah rampungnya proses lelang spektrum.
Dari sisi potensi return, EXCL saat ini dinilai paling menarik oleh sejumlah analis. Riset Indo Premier mempertahankan urutan pilihan EXCL > ISAT > TLKM karena EXCL memiliki prospek pertumbuhan mobile yang kuat dan berpotensi memperoleh manfaat dari monetisasi pascamerger. Pada semester I 2026, EBITDA EXCL tumbuh 25% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan ISAT 14% dan TLKM 4%.
ISAT memiliki potensi katalis besar dari bisnis GPU, AI cloud, dan Neocloud, tetapi kebutuhan capex yang jauh lebih besar berpotensi menekan arus kas bebas serta meningkatkan kebutuhan utang. Sebaliknya, EXCL dinilai masih memiliki kemampuan FCF yang cukup untuk membiayai kenaikan belanja modal. TLKM relatif lebih defensif dengan arus kas operasional yang kuat, tetapi katalis pertumbuhan sahamnya dinilai belum sekuat dua pesaingnya. Dengan demikian, jika fokusnya adalah kombinasi pertumbuhan dan kemampuan mengubah capex menjadi return, EXCL menjadi kandidat paling siap, disusul ISAT dengan potensi lebih agresif dan TLKM sebagai pilihan yang relatif defensif.