Pasar Surat Berharga Negara (SBN) kembali mendapat dorongan dari investor asing. Arus dana tersebut turut meningkatkan aktivitas transaksi di pasar obligasi Indonesia.
Minat asing terlihat dari pembelian bersih SBN yang mencapai Rp11,68 triliun pada 20 Agustus 2026. Angka tersebut menjadi net buy harian terbesar sepanjang 2026. Kepemilikan asing di SBN pun meningkat menjadi Rp909,04 triliun.
Kondisi tersebut terjadi ketika imbal hasil SBN Indonesia masih relatif menarik. Yield SBN tenor 10 tahun tercatat 7,078 persen pada 26 Agustus. Angka tersebut masih jauh di atas yield US Treasury 10 tahun sebesar 4,649 persen.
Namun, derasnya dana asing belum otomatis membuat yield SBN terus menurun. Yield tenor 10 tahun justru naik dari 6,93 persen pada 20 Agustus. Pergerakan yield juga dipengaruhi pasokan obligasi, likuiditas, rupiah, serta kondisi pasar global.
Bank Indonesia turut menjaga likuiditas pasar melalui pembelian SBN di pasar sekunder. Hingga 31 Juli 2026, total pembelian SBN BI mencapai Rp195,25 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp79,59 triliun berasal dari pembelian di pasar sekunder.
Arus modal asing tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik. Minat investor global menunjukkan daya tarik SBN masih terjaga. Perkembangan rupiah dan kebijakan bank sentral global akan menjadi faktor penting berikutnya.