Ferry Irwandi hadir sebagai saksi meringankan dalam sidang kasus dugaan tindak pidana terkait insiden timpa teks saat aksi demonstrasi. Kehadirannya menjadi perhatian karena memberikan keterangan yang mendukung pihak terdakwa dalam persidangan.
Sidang digelar di pengadilan sesuai agenda pembuktian dari pihak terdakwa. Majelis hakim memberikan kesempatan kepada tim kuasa hukum untuk menghadirkan saksi yang dinilai dapat memberikan gambaran utuh mengenai perkara.
Dalam keterangannya, Ferry Irwandi menjelaskan pentingnya melihat suatu peristiwa secara menyeluruh. Ia menilai setiap bukti harus dikaji berdasarkan konteks, bukan hanya potongan informasi yang beredar di media sosial.
Ferry juga menekankan bahwa analisis terhadap sebuah konten digital memerlukan kehati-hatian. Menurutnya, pemahaman yang tidak utuh berpotensi menimbulkan penafsiran berbeda terhadap suatu kejadian.
Tim kuasa hukum terdakwa berharap kesaksian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan majelis hakim. Mereka menilai keterangan Ferry mampu memberikan perspektif tambahan terhadap alat bukti yang telah diajukan jaksa penuntut umum.
Sementara itu, jaksa penuntut umum tetap berpegang pada dakwaan yang telah dibacakan dalam persidangan sebelumnya. Jaksa juga mengajukan sejumlah pertanyaan untuk menguji konsistensi keterangan saksi.
Majelis hakim mendengarkan seluruh keterangan yang disampaikan selama persidangan. Hakim menegaskan setiap saksi memiliki hak memberikan pendapat sesuai pengetahuan yang dimiliki.
Sidang berlangsung tertib dan dihadiri tim kuasa hukum, jaksa, serta keluarga terdakwa. Proses pemeriksaan saksi menjadi bagian dari tahapan pembuktian sebelum sidang memasuki agenda berikutnya.
Perkara ini sebelumnya menarik perhatian publik karena berkaitan dengan unggahan yang diduga menampilkan teks terkait aksi demonstrasi. Kasus tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat mengenai batas kebebasan berekspresi dan penerapan hukum di ruang digital.