Legenda sepak bola Inggris, Peter Schmeichel, melontarkan kritik tajam terhadap Arsenal yang saat ini berada di puncak klasemen Liga Inggris musim 2025/2026.
Menurut Schmeichel, posisi Arsenal di puncak klasemen tidak sepenuhnya mencerminkan performa murni di lapangan, terutama setelah laga kontroversial melawan West Ham United yang berakhir 1-0 untuk The Gunners.
Dalam pertandingan tersebut, gol penyeimbang West Ham dianulir oleh VAR karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya. Keputusan itu memicu perdebatan besar di publik sepak bola Inggris.
Sorotan pada Gol Bola Mati dan Gaya Bermain Arsenal
Schmeichel juga menyoroti gaya bermain Arsenal yang dinilai terlalu bergantung pada situasi bola mati (set-piece).
Sepanjang musim, Arsenal disebut mencetak banyak gol dari skema tersebut, yang menurutnya sering melibatkan duel fisik di kotak penalti lawan.
Ia menilai kondisi itu membuat Arsenal terlihat “diuntungkan” dalam beberapa situasi krusial, sehingga memunculkan pertanyaan soal konsistensi penilaian wasit di Premier League.
Kritik VAR dan Keputusan Wasit
Selain itu, Schmeichel juga menyinggung penggunaan VAR yang menurutnya tidak konsisten.
Ia menilai proses pengambilan keputusan yang terlalu lama dan hasil akhir yang kontroversial justru menimbulkan keraguan terhadap keabsahan gol yang dianulir.
“Jika situasi seperti itu dianggap pelanggaran, maka banyak gol Arsenal musim ini juga seharusnya dipertanyakan,” menjadi inti kritiknya terhadap standar wasit.
Arsenal Tetap di Jalur Juara
Meski mendapat kritik, Arsenal tetap berada dalam posisi kuat dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Tim asuhan Mikel Arteta masih unggul dalam perolehan poin dan bersaing ketat dengan Manchester City di papan atas klasemen.
Performa stabil sepanjang musim membuat Arsenal tetap difavoritkan untuk meraih gelar, meski tekanan dari rival terus meningkat.
Reaksi dan Perdebatan Publik
Pernyataan Schmeichel memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola.
Sebagian setuju bahwa gaya bermain Arsenal terlalu mengandalkan situasi bola mati, sementara yang lain menilai kritik tersebut berlebihan dan tidak mengurangi kualitas performa The Gunners musim ini.
Isu ini juga kembali membuka diskusi lebih luas soal:
- Konsistensi keputusan VAR
- Standar pelanggaran di Premier League
- Pengaruh taktik set-piece dalam sepak bola modern
Kesimpulan
Kritik Peter Schmeichel terhadap Arsenal menambah panas persaingan Liga Inggris musim ini. Meski menilai Arsenal tidak sepenuhnya “pantas” berada di puncak, fakta di lapangan menunjukkan The Gunners tetap menjadi kandidat kuat juara.
Pada akhirnya, gelar Liga Inggris akan ditentukan bukan hanya oleh opini, tetapi oleh konsistensi hasil hingga akhir musim.