Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, mulai memetik hasil dari kebijakan rotasi pemain. Eksperimen tersebut akhirnya menghasilkan gelar di Korea Masters 2026. Salah satu pasangan yang menjadi sorotan adalah Tee Kai Wun/Yap Roy King.
BAM memang melakukan perombakan besar sektor ganda putra sejak Juni 2026. Tee Kai Wun dipisahkan dari Man Wei Chong dan kemudian dipasangkan dengan Yap Roy King. Perubahan tersebut menjadi bagian persiapan Malaysia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Herry sebelumnya dikenal berani melakukan perubahan komposisi pemain. Langkah itu dilakukan untuk menemukan kombinasi paling cocok dalam persaingan ganda putra dunia. BAM bahkan menyiapkan beberapa pasangan baru untuk diuji di China Open, Taiwan Open, dan Korea Masters.
Perjalanan pasangan Malaysia tersebut juga tidak selalu mulus. Mereka harus melewati persaingan ketat sebelum akhirnya membuktikan kualitas kombinasi baru. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin pernah menjadi penghambat dalam perjalanan mereka. Namun, hasil di Korea Masters menunjukkan rotasi tersebut mulai memberikan jawaban.
Herry dan tim pelatih kini memiliki lebih banyak opsi di sektor ganda putra Malaysia. Sebelumnya, Herry juga menilai kedalaman skuad menjadi modal penting menghadapi turnamen besar. Man Wei Chong/Tee Kai Wun dan Wan Arif Junaidi/Yap Roy King sebelumnya sudah menunjukkan perkembangan positif.
Gelar di Korea Masters 2026 menjadi sinyal positif bagi program jangka panjang Malaysia. Keberhasilan tersebut membuktikan eksperimen pasangan baru layak mendapatkan kesempatan. Herry kini memiliki tugas melanjutkan evaluasi untuk menentukan kombinasi terbaik menuju Los Angeles 2028.